Kamis, 16 Mei 2013

We Can do it !!!!!



We Can do it !!!!!!!!

“Uh . . . santri itu kerjanya ngaji, duduk manis depan kitab, dengerin penjelasan guru sambil nungging trus manggut – manggut, bukan karena ngerti tapi karena ngantuk”

Wuuuussshhh,,,

Itutuh sepenggal kalimat yang keluar dari mulut orang – orang yang menatap santri sebelah mata dan hanya bisa mendengar obrolan alias ocehan orang – orang yang tidak bertanggungjawab atas kalimat yang telah mereka lontarkan. 

Setidaknya pernah dengerkan kalimat kaya gitu ?
Kita, selaku Mukotob (alias orang yang tituju sebagai  orang ketiga) pasti ngerasa kepanggil kan ?
Gimana nggak tersinggung coba ketika kita mendengar orang yang punya paradigma kaya gitu ?

Dan anehnya lagi, bahkan santri sendiri ada yang ikut ngoceh kaya gitu, kaya ya emang dia nggak ikhlas jadi santri kali ya, jadi semangat kesantriannya nggak ada, jadi kerjanya cuma manggut – manggut  ngantuk pas duduk dipengajiannya.

Nah, nah, nah  . . .

Sebenernya mereka nggak tahu, bahwasannya pesantren itu benteng pertama yang membendung arus modernisasi, menanam tembakau iman  bagi  erosi sekulerisasi bahkan sebagai pagar besi dari ancaman westernisasi. Ketika orang lain ketagihan dengan dengan macam – macam jejaring sosial, ketika orang lain tergiur dengan fashion ala western (dengan mengatasnamakan fashion muslim tahun sekian lah) juga ketika orang lain terjebak dengan hidangan “food” ala lidah america yang mereka konsumsi.

Yang perlu mereka tahu itu, sebenarnya kita bukan nggak gaul, kita bukan kamseupay, kita bukan wong deso, disaat kita kurang tahu atau bahkan nggak tahu banyak hal baru dan peristiwa peristiwa yang terjadi di luar sana, tetapi pesantren menyuruh dan mengintruksikan dahulu kepada  para santri terhadap apa yang akan kita hadapi ketika kita menghirup polusi akidah yang semakin merajalela dan menakutkan di luar sana.

Ketika orang lain dapat mengotak – atik facebook, follow twitter, skype dan jejaring sosial lainnya, maka santri juga dapat melakukannya, kata siapa kita nggak bisa?? Kita bukan nggak bisa, tetapi kita sedang beradaptasi dahulu sekaligus memfilter mana yang harus diadopsi dan terdapat unsur baiknya untuk kemashlahatan ummat dan mana yang nggak. Karena Prioritas kita tetap “anfa’uhum Linnaas”.

Lalu apa gerakan yang harus kita lakukan supaya kita nggak disebut santri kamseupay ?
Para akhwat sekalian. . .

Kita kaji sedikit deh,, trus kita tafakkuri, . . .
Sebelum Allah swt menurunkan ayat – ayat tentahg akidah, tentang ubudiyah, tentang muamalah, kita sadar nggak bahwa wahyu allah swt yang pertama diturukan kepada nabi kita itu adalah surat al-alaq dan kenapa alasannya coba ?

Ayat ini ngasih dilalah atau petunjuk buat kita secara tersembunyi, lafazd yang pertama berbunyi adalah lafazh “iqro” yang maknanya bacalah, diteruskan dengan lafazh “Bismirabbika”,, Nah, dalam ilmu grammar bahasa arab yang biasa kita kenal dengan ilmu nahwu itu memberi ketentuan bahwasannya “Jika ada fi’il amar tanpa maf’ul, hal ini menunjukkan al ‘am (alias umum)”.

Jadi perintah  allah dia ayat satu ini menunjukkan sebuah keumuman  atas suatu kemestian. Jadi, makna dari lapazd iqra tersebut bukan hanya saja membaca buku (kalau al Quran susah mesti kita baca), akan tetapi baca semua hal yang terjadi,  baca alam, baca lingkungan dan hal – hal yang lainnya dengan syarat “bismi rabbika” membaca denga nama tuhanmu.

Udah banyak banget loh kata – kata bijak yang menyanjung kata yang satu ini (membaca), pasti udah pada nggak asing kan ?

Seperti “Buku itu  adalah gudangnya ilmu dan membaca adalah kuncinya”
Ea gak ? ea gak ?

Eh . .  ada yang bertanya,
Ukhty, kita kan gaptek gimanya mau baca dunia coba, hape ajja dikumpulin, waktu kita penuh dengan kegiatan pendidikan, tv nggak ada, kapan mau ngotak – ngatiknya coba ??

Hmmm . . .
Harus diakui, kritis juga santri yang bertanya kaya gitu, tapi lebih ke unsur nggak tulus jadi santri gittu . . . hehehe

Padahalkan dimana kita berdiam diri, maka peraturan disana lah yang harus kita ta’ati. Dan ingat, disetiap peraturan yang dibuat, pasti ada nilai positiv, hikmah dan tujuannya. Ea nggak . . Ea nggak ?? hee

Akhwat semua . . .
Itulah hebatnya kita, Hape kita dikumpulin tapi kita tahu banyak tentang fb ( tahu gimana caranya ngeblokir teman, gimana cara bikin group, bikin catatan trus di tag ke orang lain, de el el), meskipun kita disibukkan denagn 4x waktu mengaji tapi kita masih bisa ngotak – ngatik adroid punya orang lain bahkan kita juga bisa tahu cara mainin angry bird. hee
Iya nggak ??

Yang jadi masalahnya, dunia itu terlalu luas, terlalu banyak apa yang harus kita baca, coba baca lebih banyak buku deh, lama – lama kita pasti merasa lebih rendah dan betapa bodohnya kita, ketika kita tahu ternyata masih banyak hal yang belum kita ketahui diluar sana, masih sedikit sekali sesuatu yang baru kita ketahui.

Nggak selalu perlu Hape buar nge’Search berita berita, nggak selalu perlu fb agar kita bisa dapet tausyiah – tausyiah dari tautan – tautan orang lain.
Membaca itu banyak caranya mbak broww . . . !!!!!!

Warnet udah pabalatak, perpus juga ditiap lembaga pendidikan juga udah banyak, mau koran supaya lebih tahu informasi seputar dunia saat ini ? dikampusku (IAIC) juga ada, murah lagi Cuma 1500, hehehe
Mau beli ? Dateng bajja ke kobong deh, ntar akyuh beliin, heee

Udah, jangan banyak pertimbangan deh, harga sebesar itu nggak bikin mata melotot kan jika dibandingkan dengan banyaknya informasi yang kita terima kan ?

Pada punya banyak buku bacaan kan ??

Jawabanya harus “Punya”, please deh, secara, zaman kaya gini nggak punya banyak buku, apalagi bagi yang udah jadi mahasiswa/i, harus udah punya banyak referensi loh, karena tugasnya mahasiswa itu bikin konklusi dari berbagai sumber, karena jika mereka hanya bisa denger dari orang lain, mereka nggak bakalan punya acuan pada saat  ngasih argument ato ketika ada pertanyaan yang dilontarkan padanya. Tapi tetep bagi yang masih jenjang sekolah juga, harus banyak baca buku, mumpung umur kalian belum pada tua kaya akyuh, entar malah nyesel coba.

Saatnya Ittiba dan tinggalkan Taqlid . . .
Gini nih ya. .  temen – temen . . .

Disekian banyak jurnal yang akyuh ikuti nih, hampir setiap para narasumber (yang pastinya para penulis dong) buka Opininya dengan kalimat “Saya suka menulis dan dapat menulis karena membaca”, UUUUhhhh,,, memang, membaca itu ampuh banget ya mbak broo . .

Jadi, kesinambungan membaca sama menulis itu erat banget sobat. Bagaimana tidak, sebagian dari mereka ada yang punya prinsip “Baca, Baca, kemudian Tulis”. Setiap orang pasti akan mengalami kematian, dan jangan sampai kematian itu membawa pergi juga nama kita, buatlah karya agar dunia mengakui kita pernah ada, dengan segenap kemampuan kita dan mempersembahkannya untuk kemanfaatan orang banyak.

Salah seorang penulis sekaligus dosenku di kampus pernah memberi pesan seperti ini,

“Seringlah kau kunjungi perpustakaan, namun bukan hanya untuk sekedar membaca dan menemukan atau mencari informasi saja. Sisihkan dan luangkan waktumu untuk menatap semua buku dan kenali penulisnya, kemudian simpan 
 namanya dalam lubuk hati dan renungilah :
1.   Bahwa buku-buku ini adalah hasil pemikiran
2.   Bagaimana si penulis dapat membuat tulisan sebanyak ini
3.   kapan dia bisa menulis
4.   Mengapa dia memiliki ide dan gagasan seperti itu.
5.   Bagaimana si penulis dapat merangkai kata-kata dan mendeskripsikan ide juga plot sekaligus konflik yang terjadi.
Dan ingatlah bahwa penulis itu adalah pemikir.”


Uuuuhhh,,, sungguh menjadi motivasi tersendiri ya buat kita yang awam banget sama dunia kepenulisan, dan sebenernya setiap orang itu pasti dianugrahi jiwa seorang penulis, dan setiap orang pasti bisa menulis.
Temen- temen pernah nyadar nggak ??

Jika diingat, kita dapat hafal nama-nama Ulama besar islam terdahulu dari mana coba ??

Ya, benar, dari karyanya. karna tulisannya lah kita dapat mengenal sosok mereka, Imam al Ghazali dengan Ihya Ulumuddinnya, Imam Bukhori dengan al-Bukharinya, Imam Nawawi dengan Tafsir Munirnya, dan masih banyak lagi.

Subhaanallah . . .

Ternyata masih banyak ilmu yang harus kita cari dan kita gali ya temen-temen . .

Udah deh, sekarang jangan ada galau galauan lagi, kita itu generasi muda penerus bangsa, tanggung jawab kita berat banget, masih banyak urusan diluar sana yang mesti kita hadapi. Tapi ingat teguhkan Iman kita terlebih dahulu, bekali diri dengan pengetahuan dengan membaca banyak buku yang bermanfaat, dan kemudian Konklusikan rutinitas dengan goresan pena, sehingga orang-orang disekitarmu akan mengakui keberadaanmu. Buktikan kesungguhan kita dengan cara memperlihatkan keseriusan kita dalam belajar yang berstatus santri dan pelajar.

Jadi lah agent of change, orang yang bermanfaat bagi orang lain, kita rubah paradigma mereka tentang kita, kasih mereka yang terbaik dan buktikan pada dunia kita pasti bisa.
Semangat !!!!!!!!!!! ^.^
Ufiw

1 komentar: